Seorang laki-laki yang cuek dan terlihat tidak peduli,namun
berisi Nampak asyik mencoretkan pensil di atas selembar kertas yang barusaja di
robeknya dari sebuah buku tulis teman sebangkunya.
Laki-laki yang biasa di panggil Andrian itu memang menyukai
dunia tulis menulis,bukan sekedar menulis nama wanita yang tengah di taksir
dengan di kelilingi gambar hati seperti laki-laki kebanyakan, namun ia memang
menulis untuk menyalurkan semua aspirasi dan khayalannya.
Andrian
senang menulis cerita pendek,menulis novelet dan tentu saja novel.walau masih
Sekedar dokumentasi pribadi dan belum ia publikasikan kepada khalayak ramai,
baginya semua tulisanya masih sangat mentah dan belum layak untuk ia tindak
lanjuti lebih jauh dengan mengirimkannya ke penerbit. Ah, itu urusan gampang!
Yang susah itu ya bagaimana caranya agar bisa menuangkan semua yang ada di
dalam kepalanya dengan lebih bebas.
Tapi akhir-akhir ini ia
jauh lebih menyukai puisi, padahal dulu ia sama sekali tak menyukai cabang
dunia tulis menulis yang satu itu menurutnya puisi itu cengeng, terlalu lebay
dan berkesan gombal. Puisi yang biasanya hanya digunakan oleh para pemain cinta
untuk menjerat hati mangsanya yang masih polos.
Tapi
tidak di sangka, saat ia benar-benar merasakan apa itu jatuh cinta, ia pun
membantingstir dan mulai menulis puisi. Tak tanggung-tanggung, dalam sepuluh
menit saja ia sudah bisa menulis tiga puisi pendek dengan aroma cinta yang
tebal.
***
Adinda. Siswi berbakat yang di
kagumi oleh para siswa di sekolahan,bahkan sekolah tetangga pun tahu siapa dia.
Entahlah, sebulan belakangan ini Andrian mulai tergila-gila padanya. Padahal selama ini ia tak pernah meliriknya
sedikit pun.
Bintang
amatlah indah
Sinarnya cantik,menghiasi malam
Dan kau, lebih
indah dari sekedar bintang
Kau lebih indah darinya.
‘’Adinda..’’
bisiknya dengan seulas senyum sambal mencium selembar kertas yang sudah ia
tuangi isi hatinya itu.
Adinda, dia itu manis dan perawakan
tubuhnya yang mungil dan juga hyper aktif membuat setiap langkahnya mengundang
perhatian, dimana-mana selaluada pandangan memuja dari semua laki-laki. Baik
yang masih lajang atau yang sudah memiliki pacar. Termasuk Andrian.
Andrian masih jomblo dan baru
kali ini merasa tertarik pada seseorang idola sekolah. Adinda yang begitu
menggoda dan manis. Itulah penilaian Andrian terhadap Adinda, Kapten tim Voly
sekolah yang sudah menjadi ‘Bintang’ di sekolahnya.
Rasa cinta Andrian kepada Adinda
sang idola sekolah hanya di pendam dan tidak pernah di utarakan dengan sepucuk
surat atau kata-kata sekalipun. Andrian memilih untuk diam dan melihat Adinda
dengan decak kagum.
Mencintai diam-diam emang nyesek banget.. tapi seharusnya cinta tuh diungkapkan, apalagi cowok.. jangan takut ditolak!
BalasHapuswahaha... makasih komentarnya Raya :D
Hapusmakasih juga saran buat kekurangan si karakter di atas :D